Selasa, 24 Mei 2011
Mainan masa kecil yang diabadikan .....
Di era awal 80an waktu masih SD, jaman video Betamax baru masuk. Tidak semua orang pada saat itu punya karena harganya yang masih relatif tinggi.
Cerita berawal dari sekitar tahun 1981, awal-awal menginjakkan kaki di Jakarta ibukota RI ini. Kalau tidak salah masih kelas 2 SD waktu itu dan tinggal di daerah Tomang di Jakarta Barat. Pada jaman itu anak-anak kecil masih mempunyai tradisi untuk main-main ke luar rumah sepulang sekolah, tradisi yang saat ini hampir tidak atau paling tidak sudah jarang kita jumpai di kota-kota besar.
Singkatnya, dari 1 blok di suatu komplek perumahan ada 2 orang yang pada waktu itu mempunyai Video Betamax, dan anaknya masih seumuran dengan kita-kita. Dan lucunya film kartun Jepang pertama yang saya lihat waktu itu adalah Voltus V, film ini sendiri terdiri dari 9 seri video Betamax pada jaman itu.
Voltus V pertama kali direlease di Jepang sendiri sekitar tahun 1977 dan adalah sebuah karya dari Saburo Yatsude yang merupakan salah satu karya "Romance Robot Trilogy" yaitu Combattler V dan Daimos. Voltus V sendiri bercerita tentang tema klasik yaitu pembela keselamatan bumi dari ancaman mahluk luar angkasa, dalam hal ini Voltus V diawaki oleh: Kenichi, Ippei, Daijhiro, Hiyoshi dan Megumi yang melawan mahluk luar angkasa yang disebut dengan bangsa Boazan yang dikomandani oleh
Heinel.
Hal lain yang timbul dari efek film itu adalah mainannya, di kala itu harga sebuah mainan robot Voltus V adalah sekitar Rp. 125.000 s/d 150.000 adalah sebuah cerita lain. Sebagai bandingannya adalah uang sekolah waktu SD per bulan waktu itu di bawah Rp. 10.000, ongkos naik bis untuk pelajar masih Rp. 25, harga sebuah alat musik yang namanya Melodion saja hanya Rp. 20.000. Sehingga terbayang mahalnya sebuah mainan Voltus V di jaman itu, yang menjadikan "dendam" tersendiri bagi setiap anak yang mengidolakan Voltus V .....
Seiring dengan jalannya waktu, mainan itu muncul kembali di tahun 2006 dan diperbaharui di tahun 2008. Memang sudah tidak "made in Japan" lagi tapi secara detail adalah sangat baik dan secara harganyapun sekarang sudah bisa terbeli ...... this is big boy's toys klasifikasinya.
Nah .... apa hubungannya dengan blog ini ? ..... hubungannya adalah ..... pada suatu saat, iseng-iseng saya buatkan sesi fotonya yang mungkin tidak terlalu rumit dengan finishing di "dark room digital" alias di komputer dengan program andalan yaitu Photoshop. Dengan memegang beberapa buku pedoman "belajar" Photoshop dan sedikit imajinasi, maka dihasilkan beberapa shot style dari si Voltus itu sendiri dengan 1 masterpiece foto yang kalau saya diminta untuk mengulang buatnya sudah tidak tahu lagi caranya ..... hehehehehe
Itulah salah satu fungsi photography yang dipakai secara iseng-iseng just for fun untuk mengakomodir passion masa kecil yang tertunda mungkin ada sekitar 30 tahun lalu ......
Semoga bermanfaat .......
Ngopi itu sensasional .....
Hmmm .... sebelumnya kalau ngopi biasa hasil "sabetan" cangkir sebelah alias punya istri or orang lain, karena memang bukan penggemar kopi. Kalau pun ngopi di gerai2 yang biasa ada di mall2 atau pertokoan itu juga sebatas untuk bertemu teman or client, dan biasanya juga akan memilih minuman turunan dari kopi (fancy coffee drink) seperti blended2.
Tapi pada suatu titik waktu semua itu berubah setelah mendapatkan "selah" atau mungkin orang bilang sudah kenal enaknya. Terlebih lagi sudah diberi "pencerahan" mengenai bagaimana minum kopi yang "benar" versi beberapa orang yang memang setahu saya adalah penggemar minum kopi. Plus ditambah lagi setelah mengerti sedikit (yah baru kulit2nya lah) dan mempelajari sedikit mengenai proses pembuatan minuman dasar kopi versi Italia yaitu Espresso.
Sebuah kenyataan yang didepan mata yaitu, Indonesia sebagai salah satu penghasil kopi terbaik di dunia (hmmm .... nomer berapanya saya kurang tahu pasti, tapi denger2 sih msh the big 5) tapi untuk mendapatkan minuman kopi yang di negara lain adalah hal yang jamak rasanya (sekarang terutama stlh mengalami proses di paragraf 2) kudu berusaha. Adapun kebiasaan atau tata cara minum kopi masyarakat awam pun kurang mendapat perhatian untuk bisa dikemas menjadi suatu produk yang bernilai lebih.
Di negeri sebrang telah berkembang istilah "Kopi Tiam" yang kalau tidak salah artinya warung kopi (tolong dikoreksi kalau saya salah, karena tahunya juga dari dengar sana dengar sini), yang dikemas dengan baik sehingga menjadi produk yang bisa menghasilkan nilai jual yang relatif tinggi. Teh tarik yang juga dari negeri sebrang yang dengan hal serupa bisa mendunia atau paling tidak men"asia tenggara"lah. Adalah suatu komoditas yang lumayan banyak turunannya yang sebenarnya bangsa ini bisa gali lebih dalam.
Hmmm ..... Warung Kopi adalah istilah yang menurut saya adalah cukup menggelitik dalam sisi kata dan kalimat yang jika dibuat studinya akan bisa menjadi suatu produk yang baik, saya membayangkan konsep Warung Kopi ini (yang karena esensinya sampai dibuat menjadi nama suatu group lawak papan atas dan legendaris di negeri ini) bisa juga dibuat untuk di mall2 (kenapa tidak? Karena nasi timbel dan gudeg pun bisa masuk hotel2 bintang 5 dengan sentuhan yang berbeda sedikit tapi bernilai tambah yang berlipat).
Selama hampir 1 tahun ini saya mencoba melihat dan bertemu dengan orang2 yang menyentuh rana kopi ini, saya melihat suatu gelombang anak2 muda yang energik dengan konsep dan passion nya di kopi. Ada yang pendekatannya secara idealis tapi ada juga yang pure business which is everything is okay, selama tujuan akhirnya adalah turut serta membangun citra dan usaha perkopian di Indonesia, dalam hal ini terutama adalah penggunaan kopi2 asli Indonesia.
Saya sendiri masih seumur jagung atau bisa dibilang rookie of the rookie, tapi saya rasa tidak salah turut serta belajar dan "nyemplung" ke dunia kopi yang unik, berkarakter dan sensasional ..... mirip dengan cita rasa kopi itu sendiri yang kata banyak pakarnya bercita rasa "earthy .... chocolaty .... fruity .... etc" yang sampai sekarang saya sendiri belum bisa merasakan sampai sedetil itu, cuma baru sekedar bisa merasakan satu jenis kopi mempunyai rasa yang sensasional tersendiri yang hanya individu yang menikmatinya. Menurut saya tidak ada kopi yang tidak enak atau tidak ada kopi yang terbaik adalah sesuatu yang fair, coba analogikan, misalnya bagi perokok apakah ada rokok yang paling enak atau paling tidak enak ? Hmmm selera pribadi adalah sesuatu yang harus kita hormati adalah lebih utama.
Tulisan ini hanya tulisan seseorang yang habis bangun tidur kemudian duduk di depan komputer sambil buka facebook plus minum secangkir kopi tubruk yang mereknya pun saya tidak tahu kemudian tiba2 "kepencet" di kolom "note" dan nulis apa adanya .......
Semoga salah satu produk lokal yang dikagumi dan diakui dunia .... bahkan ada yang sudah dipatenkan oleh negara lain ini bisa semakin dihargai dinegeri sendiri dan dinikmati oleh penduduknya dengan bangga ..... melebihi kebanggaan minum kopi di mall2 di gerai2 ternama milik negeri super duper maju.
Menyeruput kopi negeri sendiri dan dengan "after taste" ...... muantabsssssssssss
(tulisan ini saya copy paste dan FB pribadi saya - www.facebook.com/andreas.andrianto - ..... dan adalah tulisan yang besifat pribadi dan tidak untuk diperdebatkan yah. And sorry for those who are not understand Indonesia language, later I will write in English)
Langganan:
Postingan (Atom)




